Breaking News

Mengenal Istilah Dewan Paroki

Mengenal Istilah Dewan Paroki

Mengenal Istilah Dewan Paroki – Tiap badan pasti saja mempunyai pengasuh. Begitu pula suatu paroki. Golongan orang yang mengurus suatu paroki diucap Badan Paroki.

Mengenal Istilah Dewan Paroki

Mengenal Istilah Dewan Paroki

paroisse-stpierrestpaul – Badan Paroki merupakan perhimpunan para abdi pemeluk Allah yang terdiri dari pemimpin selaku delegasi Uskup serta kalangan biasa dan dan biarawan– biarawati selaku delegasi pemeluk bersama- sama melakukan kewajiban serta panggilan buat ikut serta dalam tritugas Kristus, ialah menguduskan, mewartakan, serta menggembalakan.

Baca juga : Muhammadiyah ungkap Akan Meniadakan Salat Idul Adha 2021

– Badan Paroki terdiri dari:

— Dewan Setiap hari, terdiri:

— Pimpinan( pastor kepala officio)

— Delegasi Pimpinan I( pastor pembantu officio)

— Delegasi Pimpinan II( biasa)

— Ketua- ketua Bidang

— Ketua Ketua- ketua Wilayah

— Sekretaris I

— Sekretaris II

— Bendaharawan I

— Bendaharawan II

— Bendaharawan III

Apabila Pastor Pembantu lebih dari 1( satu) orang, seluruh Pastor Pembantu bersama- sama jadi Delegasi Pimpinan I.

– Badan Inti, terdiri dari:

— Dewan Setiap hari.

— Ketua- ketua Area.

— Kordinator- koordinator Regu Kegiatan.

– Badan Pleno, terdiri dari:

— Dewan Inti.

— Ketua- ketua area.

— Wakil- wakil badan, Asrama, Buatan Pastoral Spesial.

— Tokoh- tokoh.

– Regu Kegiatan merupakan golongan kecil yang tercipta buat mendampingi gerakan- gerakan pengembangan bidang- bidang aktivitas Gereja di paroki.

Sebutan“ Regu Kegiatan”

mengambil alih sebutan“ Subbagian”

dalam bentuk Badan Paroki Keuskupan Agung Semarang.

Sebutan ini diseleksi buat mengatakan format keikutsertaan pemeluk.

Regu Kegiatan ialah golongan orang yang bertugas bersama dalam pola kegiatan satu kesatuan regu.

Prinsip kegiatan regu yakni membahas serta melakukan seluruh suatu bersama- sama dalam regu, sedemikian muka alhasil tiap badan regu turut ikut serta.

Sesuatu Regu Kegiatan mempunyai satu ketua.

Badan Paroki berperan selaku media jasa serta koordinasi keikutsertaan semua pemeluk dalam melakukan panggilan serta kewajiban perwakilan Gereja. Badan Paroki bermaksud:

– Menyelenggarakan aturan penggembalaan yang mengaitkan, meningkatkan, memberdayakan, serta mencerdaskan semua pemeluk, spesialnya kalangan belia cocok dengan antusias Santo Yusup Suami Maria, penjaga Paroki, yang loyal serta giat berjuang membuat habitus baru

– Membuat kerjasama dengan siapa juga yang berangan- angan bagus dalam ikatan dampingi agama serta keyakinan.

– Meningkatkan pola hidup serta pola pikir, dan pola perbuatan dalam warga yang beragam, dengan senantiasa berikan atensi pada yang kecil, lemas, miskin, serta tereleminasi.

Paroki dalam gereja Katolik

Paroki merupakan komunitas kalangan beragama yang dibangun dengan cara senantiasa dengan batas- batas kewilayahan khusus dalam Keuskupan( Gereja Partikular). Begitu juga Gereja paling utama merupakan gabungan pemeluk beragama, bukan bangunan, hingga penafsiran paroki juga pertama- tama merupakan gabungan orang, bukan semata- mata area, meski watak kewilayahan selaku pandangan yang senantiasa pula inheren padanya( Buku Hukum Kanonik Gereja Kristen, kanon 515 art. 1). Uskuplah yang berhak mendirikan, membubarkan ataupun mengganti Paroki( Buku Hukum Kanonik kanon 515 art 2). Pada biasanya Paroki bertabiat kedaerahan, bukan perorangan, bukan kategorial, di dalam prinsip organisasinya.

Reksa pastoral paroki

Sebab Paroki lebih ialah gabungan pemeluk, hingga pertama- tama dalam Hukum Kanon Gereja Kristen reksa pastoral umatlah yang dicermati. Serta reksa pastoral itu dipercayakan pada Pastor Paroki selaku gembalanya sendiri, di dasar daulat Uskup( Buku Hukum Kanonik Gereja Kristen, kanon 515 art. 1). Tetapi apabila dituntut oleh kondisi, reksa pastoral paroki bisa dipercayakan pada sebagian pemimpin dalam kebersamaan, asal salah seseorang jadi mediator, mengetuai aktivitas dengan cara terstruktur serta mempertanggung- jawabkannya pada Uskup( Buku Hukum Kanonik, kanon 517 art 1)

Yang diartikan dengan reksa pastoral merupakan paling utama tritugas selaku rasul yang mewartakan Injil, selaku pemimpin yang menguduskan dengan jasa kebaktian, serta selaku raja yang ekonomis batin dalam jasa, yang dilaksanakan buat kalangan beragama.

Badan pastoral paroki

Direkomendasikan supaya di tiap paroki dibuat Badan Pastoral Paroki( Buku Hukum Kanonik, kanon 536). Badan itu ialah forum kesertaan pemeluk di dalam reksa pastoral paroki, dengan membagikan dorongan yang dibutuhkan serta dengan meningkatkan aktivitas pastoral( Dekret Apostolicam Actuositatem 26) bagus di aspek perhimpunan, pewartaan, ibadat, jasa ataupun bukti. Badan Pastoral diketuai dengan cara biasa oleh pastor paroki, serta umumnya seseorang biasa diseleksi jadi pimpinan setiap hari badan. Selaku forum pastoral, Badan Pastoral Paroki diharapkan jadi sesuatu tubuh organik komunikasi kepercayaan serta jasa, tidak menyimpang jadi sesuatu badan birokrasi yang formalistis serta legalistis untuk pemeluk. Perihal ini ditegaskan sebab akibat meluasnya penjatahan kewajiban serta tanggungjawab di dalam bidang- bidang serta seksi- seksi yang meningkat banyak. Diprioritaskan prinsip makhluk bernyawa, bukan organisatoris, sekalipun badan senantiasa dibutuhkan.

Ikatan kemitraan

Hal ikatan pastor- awam dalam Badan Pastoral Paroki, Konstitusi Konsili Vatikan II mengenai Gereja melaporkan:“ Para mengangon wajib membenarkan serta memajukan derajat serta tanggungjawab kalangan biasa dalam Gereja; seharusnya para mengangon menggunakan ajakan yang arif, percayakan pada mereka tugas- tugas dalam jasa Gereja serta menghormati independensi serta ruang aksi mereka, mendesak mereka supaya sebab prakarsa sendiri melakukan karya- karya. Seharusnya para mengangon mempertimbang- kan harapan yang dikemukakan kalangan biasa”( Lumen Gentium 37).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *